Laman

Cari Blog Ini

Rabu, 21 September 2011

Definisi Pendidikan & Pendidikan Nasional

A. Definisi Pendidikan
Secara umum pendidikan dapat didefinisikan sebagai suatu cara untuk mengembangkan keterampilan, kebiasaan dan sikap-sikap yang diharapkan dapat membuat seseorang menjadi warga negara yang baik, tujuannya untuk mengembangkan atau mengubah kognisi, dan afeksi seseorang.
1) Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, pembuatan mendidik.
2) Menurut Undang-Undang
UU SISDIKNAS (Sistem Pendidikan Nasional) No. 2 tahun 1989 : "Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/latihan bagi peranannya di masa yang akan datang". UU SISDIKNAS no. 20 tahun 2003: “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat”.

http://www.scribd.com/doc/24676437/Definisi-Pendidikan-Menurut-Para-Ahli

B. Definisi Pendidikan Nasional

Pendidikan Nasional menurut UU Sisdiknas 2003 Pasal 1 ayat 2 adalah “pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman”.

Octaviani Nur

KEPUTUSAN, MASALAH, PEMECAHAN MASALAH dan PEMBUATAN KEPUTUSAN

1. Rumuskan apa itu utusan/keputusan !

James A.F.Stoner (Hasan, 2004) memberikan definisi atau pengertian keputusan sebagai pemilihan di antara alternatif-alternatif. Definisi ini mengandung tiga pengertian, yaitu:
(a) Ada pilihan atas dasar logika atau pertimbangan.
(b) Ada beberapa alternatif yang harus dan dipilih salah satu yang terbaik. (c) Ada tujuan yang ingin dicapai, dan keputusan itu makin mendekatkan pada tujuan tertentu.
Prof. Dr. Prajudi Atmosudirjo, SH (Hasan, 2004) memberikan definisi atau pengertian keputusan sebagai suatu pengakhiran daripada proses pemikiran tentang suatu masalah atau problem untuk menjawab pertanyaan apa yang harus diperbuat guna mengatasi masalah tersebut, dengan menjatuhkan pilihan pada suatu alternatif.
Jadi, keputusan adalah suatu pilihan alternatif sebagai akhir dari proses pemikiran tentang pemecahan suatu masalah.

2. Apa itu masalah !

Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia, masalah merupakan sesuatu yang harus diselesaikan atau dipecahkan.
Jadi, masalah adalah suatu kendala atau persoalan yang harus dipecahkan, masalah juga merupakan kesenjangan antara kenyataan dengan sesuatu yang diharapkan dengan baik.

3. Jelaskan hubungan pembuatan keputusan dengan pemecahan masalah !
Pembuatan keputusan merupakan proses pendekatan sistematis terhadap suatu masalah, mulai dari identifikasi dan perumusan masalah, pengumpulan dan penganalisaan data dan informasi, pengembangan dan pemilihan alternatif, serta pelaksanaan tindakan yang tujuannya untuk memperbaiki keadaan yang belum memuaskan.
Pemecahan masalah merupakan proses penanggulangan suatu rintangan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Proses penyelesaian masalah terdiri dari identifikasi masalah, analisis masalah, penilaian pemecahan, pemilihan dan pelaksanaan solusi masalah yang terbaik.
Jadi hubungan antara pembuatan keputusan dengan penyelesaian masalah yaitu pembuatan keputusan merupakan penyelesaian suatu masalah yang melalui proses sistematis diantaranya yaitu identifikasi masalah, rumusan masalah, analisis masalah, hingga pelaksanaan pemecahan masalahnya.

Sumber:
1. http://id.shvoong.com/business-management/management/1943083-pemecahan-masalah-dalam-kelompok/#ixzz1XQnBzaqu
2. http://id.shvoong.com/internet-and-technologies/universities-research-institutions/2186651-pengertian-keputusan/#ixzz1XERytjaW
3. http://id.shvoong.com/humanities/theory-criticism/2020002-pengertian-masalah/#ixzz1XEShnLuq

nama : Octaviani Nur (1001629)
jurusan : Administrasi Pendidikan 2010
semester : 3 (ganjil)
matakuliah : Manajemen Pembuatan Keputusan
Universitas Pendidikan Indonesia

Jumat, 16 September 2011

SEJARAH PERKEMBANGAN PERILAKU ORGANISASI

Karya filosof Yunani Plato, membuktikan bahwa perilaku manusia sudah dipelajari sejak zaman dahulu lewat karyanya Plato membicarakan mengenai jiwa manusia dibagi atas 3 bagian, yaitu:
1) Philosophic, merupakan suatu alat untuk mencapai ilmu pengetahuan dan pengertian,
2) Spirited, yaitu suatu aspek dari jiwa manusia yang berusaha untuk mencari kekuasaan dan ambisi,
3) Appetite, yaitu keinginan untuk memenuhi selera seperti misalnya makan, minum, uang, dan lain-lain.
Adapun dibawah ini adalah perkembangan sejarah dari perkembangan teori tentang organisasi yaitu:

a) Masa Industri
Teori-teori organisasi yang berkembang di akhir abad ke-18, pada periode ini sering disebut Revolusi Industri. Revolusi industri merupakan titik awal sejarah dimana manusia mulai mengenal mesin produksi yang mampu melakukan pekerjaan secara otomatis. Teori organisasi pada masa ini tidak lepas dari faktor lingkungan, yang meliputi aspek teknologi, sistem politik, sistem sosial, sistem budaya, dan demografi (persebaran fisik manusia).
Penataan organisasi mencapai titik puncaknya menyebabkan timbulnya berbagai masalah yang sulit untuk menerangkan kekuatan-kekuatan mana saja yang membentuk perilaku organisasi. Kemudian bersamaan dengan itu muncul tokoh-tokoh yang memiliki konsep-konsep baru tentang ilmu perilaku organisasi. Mereka adalah;
1) Max Weber
Weber lebih menekankan orientasinya pada penjelasan mengenai organisasi dibandingkan pengembangan suatu prinsip. Adapun dua aspek dari hasil kerja Weber tentang perilaku organisasi yaitu;
a) sebagai seorang ahli sosial, ia menjelaskan preskripsinya dari pertumbuhan organisasi yang besar.
b) dia terkesan akan kelemahan-kelemahan manusia dengan pertimbangan-pertimbangan yang kadang-kadang tidak realistis dan bahwa manusia mempunyai rasa emosi.
2) Henri Fayol
Fayol menerbitkan bukunya yaitu Administrasi Industri dan Umum (General and Industrial Administration) yang telah memengaruhi pemikiran-pemikiran manajemen di Eropa. Pandangan-pandangan Fayol dianggap sebagai suatu pemikiran tentang organisasi-administratif. Kemudian Fayol juga berpendapat bahwa semua organisasi terdiri dari unit atau subsistem sebagai berikut:
1) Aspek-aspek teknik dan komersial dari kegiatan pembelian, produksi dan penjualan,
2) Kegiatan keuangan yang berhubungan dengan masalah-masalah permintaan dan pengendalian kapital,
3) Unit-unit keamanan dan perlindungan,
4) Funsi perhitungan,
5) Fungsi administrasi dari perencanaan, organisasi, pengarahan, koordinasi dan pengendalian.
Orientasi sistem fungsional milik Fayol di dalam perilaku organisasi dan manajemen dapat memengaruhi banyak pemikiran-pemikiran modern tentang administrasi.
3) Frederick Winslow Taylor
Taylor mengenalkan prinsip-prinsip manajemen ilmiah (principle of scientific management) ke wilayah bagian lain di Amerika Serikat. Ia mengusulkan 3 hal sebagai tujuan dari gerakannya, antara lain:
1) Memberikan contoh sederhana bahwa Amerika Serikat telah dirugikan banyak karena tidak adanya efisiensi usaha,
2) Meyakinkan masyarakat Amerika Serikat bahwa pengobatannya terletak pada manajemen yang sistematis bukan pada usaha mencari orang-orang istimewa,
3) Membuktikan bahwa manajemen yang baik adalah suatu ilmu yang tepat berdasarkan hukum yang jelas, aturan, dan prinsip.
Untuk membuktikan manajemen yang baik unsur-unsur yng membuat mesinmanajemen ilmiahnya harus berfungsi lebih baik juga. Dari pandangan perilaku, manajemen ilmiah mencoba memadukan secara pasti dengn teknik eksperimen yang sistematis dengn asumsi mekanistik terhadap ilmu perilaku organisasi.
b) Masa Neo-Klasik
Perubahan teknologi pada masa revolusi industri mengakibatkan lahirnya prespektif klasik, yang dimulai pada sekitar akhir abad ke-18. Pada masa inilah apa yang disebut organisasi dalam pengertian modern mulai berkembang. Tokoh-tokohnya seperti: Elton Mayo, D. McGreogor, dan Chris Argyris.
c) Masa Modern
Pada masa ini perilaku organisasi mendekati masalah sebagai suatu sistem keseluruhan dengan memperhatikan beberapa variabel dan proses yang dinamis berkaitan dengan sistem dan hubungan sistem dengan lingkungannya.
LANDASAN PERILAKU BAGI MANAJEMEN YANG SISTEMATIS
Birokrasi Pada masa ini Max weber memberikan perhatian terutama pada struktur organisasi yang komplek (orientasi akademik)
Organisasi Henry Fayol menemukan administratif, untuk memberikan perhatian terutama pada peranan manajer dalam memimpin sebuah organisasi (orientasi praktis)
Manajemen Ilmiah Frederick Taylor memberikan perhatian utamanya pada pekerjaan.

PENDEKATAN SOCIAL LEARNING
Pendekatan teori social learning atau teori belajar sosial menjelaskan tentang tingkah laku manusia dari segi timbal-balik dan berkesinambungan antara faktor kognitif, tingkah laku dan lingkungan. Manusia dan lingkungannya merupakan faktor-faktor yang saling menentukan secara timbal balik (Bandura, 1977). Dalam proses determinisme timbal-balik itulah terdapat kesempatan bagi manusia untuk memengaruhi nasibnya maupun batas-batas kemampuannya untuk memimpin diri sendiri (self-direction).

PENDEKATAN “STIMULUS ORGANISM BEHAVIOR CONSEQUENCE” (SOBC)
Menurut pendapat A. Bandura, Pendekatan Social Learning adalah pendekatan perilaku yang berdasarkan atas penggabungan dua pendekatan, yakni pendekatan Cognitif dan behavioristic, pendekatan perilaku ini berdasarkan pada pemahaman terhadap suatu informasi dan berdasarkan respon yang muncul apabila diberikan stimulus tertentu.
Melalui pendekatan ini terjadinya hubungan baik antara atasan dan bawahan dengan adanya kerjasama, setiap individu akan mudah mengetahui perilaku-perilakunya dalam organisasi, melalui peran perilaku kepemimpinan, kelangsungan dan interaksi timbal-balik diantara semua variabel-variabel yang ada di organisasi.

PENDEKATAN MODIFIKASI PERILAKU
Ada dua pendekatan sistem modifikasi perilaku yaitu:
1) Pendekatan sistem
Kata sistem dapat diartikan sebagai gabungan dari komponen-komponen yang terdiri dari sub-sub sistem yang saling berkaitan. Organisasi sebagai sistem merupakan bagian-bagian dari sub-sub sistem yang berkaitan dan hal tersebut akan berinteraksi dengan lingkungan. Dari pandangan yang menyeluruh itu akan lebih bermanfaat.
2) Pendekatan kontingensi
Pendekatan ini muncul sebagai tanggapan atas ketidakpuasan terhadap universalitas, dan kebutuhan untuk memasukkan berbagai variabel lingkungan ke dalam lingkungan dan praktek manajemen.

Daftar Pustaka
1.Thoha, Miftah. 2005. Perilaku Organisasi. Jakarta: PT RAJAGRAFINDO PERSADA
2.Kusdi. 2009. Teori Organisasi dan Administrasi. Jakarta: Salemba Humanika
3.P. Robbins, Stephen. 2006. Perilaku Organisasi. Jakarta: PT. INDEKS KELOMPOK GRAMEDIA
4.http://solehamini.blogspot.com/
5.http://pou-pout.blogspot.com/
6.http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/462/jbptunikompp-gdl-isniar-23093-1-1pertem-o.pdf
nama : Octaviani Nur
nim : 1001629
Administrasi pendidikan UPI

KONSEP DASAR PERILAKU ORGANISASI

Perilaku organisasi pada hakikatnya berdasarkan pada ilmu perilaku yang dipusatkan pada perilaku atau tingkah laku manusia dalam suatu organisasi. Pada bidang pengetahuan ini terdapat dua komponen kerangka dasar yang mendukungnya yaitu individu-individu yang berperilaku dan organisasi formal sebagai wadah dari perilaku itu. Setiap masyarakat tidak dapat terlepas dari berorganisasi karena menurut Robert Presthus dalam Amitai Etzioni (1964:1) masyarakat kita ini adalah masyarakat organisasi. Hal ini jelas terlihat dari kehidupan masyarakat yang serba berorganisasi, contohnya; manusia terlahir di dalam suatu organisasi, hidup dan bekerja di organisasi, dan hingga meninggal pun di dalam organisasi. Dari penjelasan di atas sudah dapat anda ketahui bahwa manusia dan organisasi adalah dua bagian yang tidak dapat dipisahkan dan apabila kedua bagian tersebut menyatu dan berinteraksi akan menghasilkan suatu perilaku organisasi yang menjadi pusat perhatian ilmu perilaku organisasi tersebut.
Menurut Warren Bennis dalam ramalannya manusia mendapatkan tempat yang mantap dalam pendiskusian tentang teori-teori organisasi di masa depan dan terdapat tiga dimensi pokok di dalam setiap mendiskusikan teori-teori organisasi tersebut, diantaranya;
1.Dimensi Teknis
Yaitu menekankan pada kecakapan yang dibutuhkan untuk menggerakkan suatu organisasi. Hal ini berkaitan dengan keahlian seorang manajer pada bidang teknis untuk menggerakkan organisasinya, contohnya; keahlian komputer, marketing, engineering, dan sebagainya.
2.Dimensi Konsep
Yaitu sebagai mesin penggerak dari dimensi teknis.
3.Dimensi Manusia
Yaitu sangat erat hubungannya dengan dimensi konsep.
Ketiga dimensi pokok diatas saling berkaitan satu sama dengan yang lain karena apabila seorang manajer hanya mengandalkan dimensi teknis, dan mengabaikan dimensi konsep, apalagi hingga menelantarkan dimensi manusia maka akan menimbulkan suasana yang tidak respektif terhadap faktor utama dalam organisasi yaitu manusia pekerja.
Manusia dan organisasi merupakan kedua unsur yang komplek, mengapa? Karena diantara keduanya terdapat suatu kebutuhan pemahaman teori yang didukung oleh riset yang empiris dan sangat diperlukan sebelum diterapkan dalam mengelola manusia secara efektif.

PENGERTIAN PERILAKU ORGANISASI
Sebelum kita memahami definisi perilaku organisasi (organizational behaviour) mari kita ketahui terlebih dahulu apa itu arti dari masing-masing perilaku ataupun organisasi. Kata perilaku dapat diartikan sebagai tindakan, sikap, atau tingkah laku. Sedangkan organisasi yaitu suatu entitas sosial yang secara sadar terkoordinasi, memiliki suatu batas yang relatif dapat diidentifikasi, dan berfungsi secara relatif kontinu (berkesinambungan) untuk mencapai suatu tujuan atau seperangkat tujuan bersama.
Stephen P. Robbins dan Timothy A. Judge (2008:11) menyatakan bahwa Perilaku organisasi (organizational behaviour) adalah sebuah bidang studi yang menyelidiki pengaruh yang dimiliki oleh individu, kelompok, dan struktur terhadap perilaku dalam organisasi, yang bertujuan menerapkan ilmu pengetahuan semacam ini guna meningkatkan kefektifan suatu organisasi.
Sedangkan Miftah Thoha (2005:5) mendefinisikan perilaku organisasi sebagai suatu studi yang menyangkut aspek-aspek tingkah laku manusia dalam suatu organisasi atau suatu kelompok tertentu.
Dari kedua definisi para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa perilaku organisasi (organizational behaviour) merupakan suatu bidang studi yang mempelajari dan menyelidiki perilaku atau tingkah laku manusia di dalam sebuah organisasi atau kelompok.
Mari kita pahami lebih lanjut tentang definisi dari perilaku organisasi tersebut!
Perilaku organisasi adalah sebuah bidang studi, para ahli menyebutkan dalam pengertiannya perilaku organisasi merupakan bidang studi. Mengapa? Karena hal tersebut merupakan sebuah bidang keahlian khusus yang mempunyai pokok ilmu pengetahuan umum yang berkaitan dengan perilaku, ilmu pengetahuan umum yang utama yaitu:
a.psikologi (psychology) yaitu ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur, menjelaskan, dan terkadang merubah perilaku manusia dan makhluk lain. Psikologi di dalam organisasi zaman sekarang memfokuskan kontribusi-kontribusi yang telah di perluas sehingga dapat mencakup pengetahuan, presepsi, kepribadian, emosi, pelatihan, keefektifan, kepemimpinan, kebutuhan dan kekuatan motivasional, kepuasan kerja, proses pembuatan keputusan, penghargaan kinerja, ukuran sikap, teknik seleksi karyawan, rancangan kerja, dan stres pekerjaan;
b.psikologi sosial (social psichology) merupakan paduan dari psikologi dan sosiologi berfokus pada pengaruh seseorang terhadap individu lainnya;
c.sosiologi (sociology) yaitu bidang ilmu yang mempelajari manusia dalam kaitannya dengan lingkungan sosial dan kultur mereka;
d.antropologi (anthropolgy) adalah studi kemasyarakatan untuk mempelajari manusia dan aktivitas-aktivitas mereka.
e.Ilmu politik merupakan ilmu yang mempelajari perilaku indidvidu dan kelompok dalam lingkungan politik
Adapun perbedaan dari perilaku organisasi dengan disiplin ilmu lain yang erat hubungannya dengan ilmu perilaku. Menurut Larry L. Cummings dalam Miftah thoha (2005:7) perbedaan yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1)perbedaan antara perilaku organisasi dengan psikologi organisasi, antara lain: psikologi organisasi membatasi konstruksi penjelasannya pada tingkat psikologi saja, akan tetapi perilaku organisasi konstruksi penjelasannya berasal dari multi disiplin. Kesamaan keduanya ialah kedua bidang tersebut menjelskan perilaku orang-orang di dalam suatu organisasi.
2)Perbedaan antara perilaku organisasi dengan teori organisasi didasarkan pada dua perbedaan antaranya unit analisisnya dan pusat variabel tak bebas. Perilaku organisasi dirumuskan sebagai suatu studi dari tingkah laku individu dan kelompok di dalam suatu organisasi dan penerapan dari ilmu pengetahuan tertentu. Teori organisasi adalah studi tentang susunan, proses, dan hasil-hasil dari organisasi itu sendiri.
3)Perbedaan antara perilaku organisasi dengan personnel dan human resources adalah, bahwa perilaku organisasi lebih menekankan pada orientasi konsep, sedangkan personnel dan human resources (P&HR) menekankan pada teknik dan teknologi. Variabel-variabel tak bebas, seperti misalnya tingkah laku dan reaksi-reaksi yang efektif dalam organisasi, seringkali muncul pada keduanya. P&HR nampaknya berada pada permukaan antara organisasi dan individu dengan menekankan pada pengembangan dan pelaksanaan sistem pengangkatan, pengembangan, dan motivasi dari individu-individu di dalam suatu organisasi.
Kemudian perilaku organisasi juga mengajarkan tiga faktor yang menentukan perilaku dalam organisasi yaitu; organisasi, kelompok dan struktur, sehingga perilaku organisasi menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh tentang individu, kelompok, dan pengaruh dari struktur terhadap perilaku untuk membuat organisasi bekerja secara efektif.
Joe Kelly (1974:2) perilaku organisasi dapat di pahami lewat suatu penelaahan dari bagaimana organisasi itu dimulai, tumbuh dan berkemban, dan bagaimana pula struktur, proses dan nilai dari suatu sistem tumbuh bersama-sama yang memungkinkan mereka dipelajari dan disesuaikan pada lingkungan. Artinya pemahaman dari perilaku organisasi ini terdapat pada tingkah laku dari organisasi dan bagaimana perilaku anggota-anggota organisasi memengaruhi organisasi.

RUANG LINGKUP PERILAKU ORGANISASI
Kajian ruang lingkup perilaku organisasi sesungguhnya terdapat pada perilaku-perilaku individu yang terdapat pada organisasi tersebut tetapi terbatas pada dimensi internal dari organisasi tersebut. Aspek-aspek yang menjadi unsur-unsur komponen atau subsistem dari perilaku organisasi antara lain:
1.Motivasi
Motivasi sangat berguna sekali bagi suatu organisasi karena di dalam motivasi terdapat suatu ajakan dan berhubungan erat dengan tujuan dari organisasi tersebut.
2.Kepemimpinan
Menurut Wahjosumidjo (1992 : 171), kepemimpinan mempunyai peranan sentral dalam kehidupan organisasi, dimana terjadi interaksi kerjasama antar dua orang atau lebih dalam mencapai tujuan.
3.Konflik
Konflik merupakan suatu keadaan kesalahan komunikasi dari anggota suatu organisasi kepada anggota organisasi lain. Konflik dibagi menjadi dua macam:
1)Konflik negatif
Konflik yang dimana orang-orang merasa dirugikan oleh adanya konflik tersebut.
2)Konflik positif
Konflik yang berguna untuk suatu masyarakat atau kelompok yang memungkinkan ekspresi konflik yang terbuka dan memungkinkan pergeseran kekuasaan.

4.Hubungan Komunikasi
Hubungan komunikasi dalam perilaku organisasi sangatlah penting karena komunikasi yang baik akan menghasilkan kinerja organisasi yang baik pula.

5.Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan
Didalam organisasi terdapat macam-macam perbedaan pendapat dan tujuan. Hal tersebut menimbulkan adanya masalah yang timbul di dalam suatu organisasi dan dari masalah ini setiap anggota di dalam suatu organisasi harus menyatukan pendapat bagaimana untuk memecahkan masalah organisasi tersebut kemudian dilakukanlah pengambilan keputusan sebagai alternatif cara untuk memecahkan masalah tersebut.

6.Produktivitas dan kinerja (performance)
Sumanth (1984 : 7) mengemukakan tentang tiga bentuk dasar dari
produktivitas, yaitu:
a. Produktivitas parsial (partial productivity), adalah perbandingan antaraoutput dengan salah satu input. Misalnya produktivitas tenaga kerja(perbandingan output dengan input tenaga kerja) adalah ukuran dariproduktivitas parsial.
b. Produktivitas total faktor (total factor productivity), adalah perbandinganantara output bersih dengan jumlah dari input tenaga kerja dan modal. Output bersih diartkan sebagai total output dikurangi dengan biaya sementara yang telah dikeluarkan untuk menghasilkan barang atau jasa.
c. Produktivitas total (total productivity), adalah perbandingan antara total output dengan keseluruhan faktor input.

7.Pembinaan dan pengembangan organisasi (development organizational)
Menurut Henry (1988 : 86), pengem-bangan organisasi tersebut dilaksanakan melalui intervensi yang penuh perhitungan atas kerja organisasi yang aktif dengan menggunakan pengetahuan ilmu perilaku organisasi (organization behavior).
Daftar Pustaka
1.Thoha, Miftah. 2005. Perilaku Organisasi. Jakarta: PT RAJAGRAFINDO PERSADA
2.Kusdi. 2009. Teori Organisasi dan Administrasi. Jakarta: Salemba Humanika
3.P. Robbins, Stephen. 2006. Perilaku Organisasi. Jakarta: PT. INDEKS KELOMPOK GRAMEDIA
4. http://www.scribd.com/doc/6946361/perilaku-organisasi
nama : Octaviani Nur
nim : 1001629
Administrasi Pendidikan UPI

Kamis, 23 Juni 2011

BUDAYA MEMBACA DI INDONESIA TERHALANG OLEH KECANGGIHAN HANDPHONE

oleh : Octaviani Nur

Di era globalisasi saat ini dunia semakin terbuka dengan kemajuan teknologi yang semakin lama semakin canggih. Salah satu kecanggihan teknologi yang sedang merajalela di Indonesia adalah handphone (telepon seluler). Ya, handphone adalah sebuah alat komunikasi tanpa kabel yang dapat digunakan dan dibawa kemana saja. Selain untuk alat berkomunikasi handphone juga mempunyai banyak fiture-fiture canggih yang terdapat di dalamnya, contohnya seperti SMS (short message service), kamera, radio, mp3, browsing dan lain-lain.
Hadirnya kemajuan teknologi berkomunikasi seperti handphone yang sangat pesat sekali tidak dapat kita hindari dan perkembangan jenis handphone yang semakin beranekaragam membuat masyarakat untuk mengikuti perkembangan teknologi yang semakin meluas.
Handphone adalah alat komunikasi paling populer di Indonesia karena bukan hanya orang-orang tertentu saja yang memiliki handphone tetapi setiap kalangan masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, sampai orang tua. Masing-masing kalangan tentu berbeda-beda dalam menggunakan kecanggihan handphone misalnya dari anak-anak sampai remaja menggunakan handphone hanya untuk SMS, telepon, browsing dan lain-lain yang sifatnya hanya sebagai hiburan semata, berbeda dengan para orang tua yang menggunakan kecanggihan handphone untuk bisnis dan lain-lain.
Kecanggihan handphone memang tidak dapat diragukan lagi akan tetapi di samping keuntungan dari penggunaan handphone, terdapat juga kerugian dari penggunaan handphone yaitu komunikasi dengan menggunakan handphone secara tidak langsung telah menurunkan minat baca masyarakat khususnya para remaja. Menurut data majalah Komputer Aktif (no. 50/26 Maret 2003) berdasarkan survei Siemens Mobile Lifestyle III menyebutkan bahwa 60 persen remaja usia 15-19 tahun lebih senang mengirim dan membaca SMS daripada membaca buku, majalah atau koran. Dalam hal ini komunikasi melalui handphone seperti pengiriman SMS ternyata berdampak buruk untuk menurunkan minat baca masyarakat. Hal ini dapat dikatakan bahwa budaya baca sudah terancam oleh budaya mengirim SMS. SMS dalam hal ini lebih berfungsi sebagai hiburan saja. Bahkan menurut data Kompas (4 April 2003) yang melakukan street polling yang dilakukan pada 100 remaja SMU di Jakarta, Bogor, Bandung, dan Semarang menunjukkan bahwa 51 persen mereka mengirim SMS 11-20 kali, 35 persen 2-10 kali dan 14 persen lebih dari 20 kali sehari. Meskipun data ini tidak dapat digunakan untuk penelitian, tetapi fenomena itu jelas menjadi salah satu potret dampak perkembangan komunikasi melalui handphone. Bahkan, sebesar 73 persen mereka mengeluarkan biaya untuk membeli voucher perbulannya seitar 100-200 ribu, 9 persen antara 201-300 ribu dan 8 persen lebih dari 300 ribu perbulan. Artinya bahwa di samping menurunkan minat baca, handphone juga mengarahkan masyarakat untuk hidup konsumtif. Bahkan menurut data dari penelitian “Survei Siemens Mobile Phone” 58 persen orang Indonesia lebih memilih mengirim SMS daripada membaca buku.
Dari hal-hal diatas, terdapat banyak pelajaran yang dapat kita ambil diantaranya kita dapat mengetahui bahwa barang yang selalu kita bawa kemana-mana yaitu handphone mempunyai banyak sekali kerugian, salah satunya yaitu menurunkan minat baca masyarakat indonesia yang lebih tertarik dengan SMS-an daripada harus membaca buku, koran, artikel dan lain-lain. Oleh karena itu, kali ini kita telah mengetahui kerugian dari handphone maka kita sebagai masyarakat Indonesia yang peduli terhadap negara sendiri harus memperhatikan dan mencari solusi agar minat membaca pada masyarakat Indonesia semakin timbul dan masyarakat di Indonesia juga akan semakin cerdas serta tidak ketinggalan zaman dengan negara lain yang lebih kecil dari Indonesia.
Referensi :
1. Nurudin, Sistem Komunikasi Indonesia, Jakarta: Rajawali Pers, 2005.
2. http://www.kompas.com/kompas-cetak/0405/05/telkom/1002910.htm

Kamis, 19 Mei 2011

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru UPI 2011

Penerimaan mahasiswa baru Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dilaksankan melalui Seleksi Nasional dan Mandir. Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) terdiri dari Jalur Undangan dan Jalur Ujian Tulis. Seleksi Mandiri berupa Jalur Ujian Masuk UPI (UM-UPI). Informasi lengap tentang Seleksi Nasional dapat dilihat pada website: http://www.snmptn.ac.id

A. SNMPTN Jalur Undangan

Jadwal Seleksi Jalur Undangan:

Pendaftaran secara online : 1 Februari sd 12 Maret 2011 (oleh Kepala Sekolah)

Pengumuman Hasil : 18 Mei 2011

Pembayaran biaya Pendidikan: 23 sd 27 Mei 2011

Registrasi : 31 Mei dan 1 Juni 2011 (Bertepatan

dengan pelaksanaan Ujian Tulis SNMPTN)

Program Study dan Jumlah Pilihan:

1. Setiap pelamar dapat memilih sebanyak-banyaknya 2 (dua) PTN yang diminati

2. Setiap pelamar dapat memilih program study yang diminati pada masing-masing PTN yang dipilih sebanyak-banyaknya 3 (tiga) dan tidak bergantung pada kesesuaian jurusan asal sekolah pelamar

3. Urutan program studi merupakan prioritas pilihan

4. Daftar informasi selengkapnya serta program study dan daya tampung SNMPTN Jalur Undangan dapat dilihat pada website http://undangan.snmptn.ac.id

B. SNMPTN Jalur Ujian Tertulis/Keterampilan

1. Pendaftaran secara online dengan pengaturan sebagai berikut:

1) Bagi lulusan tahun 2009 dan 2010 : Mulai tgl 2 Mei 2011 pukul 08.00 (WIB)

2) Bagi Lulusan 2011 : Mulai tgl 17 Mei 2011

3) Pendaftaran berakhir tanggal 24 Mei 2011 pukul 16.00



2. Pelaksanaan Ujian Tulis

Selasa, 31 Mei 2011 : Tes Potensi Akademik

Tes Bidang Studi Dasar

Rabu, 1 Juni 2011 : Tes Bidang Study IPA

Tes Bidang Study IPS

3. Pelaksanaan Ujian Ketermpilan

Ujian Keterampilan dilaksanakan pada tanggal 3 dan 4 Juni 2011

Tutorial tatacara pendaftaran ujian tulis dan ujian keterampilan dapat diunduh di website http://snmptn.ac.id mulai tanggal 25 Januari 2011

4. Pengumuman hasil Ujian Tertulis/Keterapilan

Pengumuman Hasil Ujian Tertulis/Keterampialn tanggal 30 Juni 2011 mulai pukul 00.00 WIB

5. Registrasi

Pembayaran Biaya Pendidikan : 11 sd 15 Juli 2011

Registrasi Akademik : 13 sd 20 Juli 2011



C. Seleksi Mandiri

Seleksi calon mahasiswa baru UPI secara mandiri dilaksanakan melalui Jalur Ujian Masuk UPI (UM-UPI)

1. Pendaftaran

Pendafatarn dilaksanakan mulia tgl 1 Juli sd 15 Juli 2011

2. Pelaksanaan Ujian Tulis

Rabu, 27 Juli 2011 : Bahasa Inggris

Tes Potensi Akademik

Kamis, 28 Juli 2011 : Kemampuan MIPA

Kemampuan IPS

Kemampuan Bahasa

3. Pelaksanaan Ujian Ketermpilan

Ujian Keterampilan dilaksanakan pada tanggal 30 Juli dan 1 Agustus 2011

Informasi selengkapnya dapat dilihat di website http://www.upi.edu

1. Pengumuman Hasil Seleksi Mandiri (UM-UPI)

Pengumuman hasil seleksi tgl 6 Agustus 2011

1. Registrasi

Pembayaran biaya pendidikan : 15 – 23 Agustus 2011

Registrasi Akademik : 18 – 24 Agustus 2011

D. Bidik Misi

Seleksi Mahasiswa Bidik Misi mengikuti sistem yang ditetapkan secara nasional.

sumber : http://www.upi.edu/spot/id/33/Informasi-Penerimaan-Mahasiswa-Baru-UPI-2011

Rabu, 11 Mei 2011

Asal Mula Ulang Tahun Sejarah Ulang Tahun

Ulang tahun atau Milad (dalam bahasa arab) pertama kali dimulai di Eropa. Dimulai dengan ketakutan akan adanya roh jahat yang akan datang pada saat seseorang berulang tahun, untuk menjaganya dari hal-hal yang jahat, teman-teman dan keluarga diundang datang saat sesorang berulang tahun untuk memberikan do’a serta pengharapan yang baik bagi yang berulang tahun. Memberikan kado juga dipercaya dapat memberikan rasa gembira bagi orang yang berulang tahun sehingga dapat mengusir roh-roh jahat tersebut.
Merayakan ulang tahun merupakan sejarah lama. Orang-orang jaman dahulu tidak mengetahui dengan pasti hari kelahiran mereka, karena waktu itu mereka menggunakan tanda waktu dari pergantian bulan dan musim. Sejalan dengan peradaban manusia, diciptakanlah kalender. Kalender memudahkan manusia untuk mengingat dan merayakan hal-hal penting setiap tahunnya, dan ulang tahun merupakan salah satunya.
Banyak simbol-simbol yang diasosiasikan atau berhubungan dengan ulang tahun sejak ratusan tahun lalu. Ada sedikit penjelasan mengapa perayaan ulang tahun harus menggunakan kue.Artemis Diana Salah satu cerita mengatakan, karena waktu dulu bangsa Yunani menggunakan kue untuk persembahan ke kuil dewi bulan, Artemis. Mereka menggunakan kue berbentuk bulat yang merepresentasikan bulan purnama. Cerita lainnya tentang kue ulang tahun yang bermula di Jerman yang disebut sebagai “Geburtstagorten” adalah salah satu tipe kue ulang tahun yang biasa digunakan saat ulang tahun. Kue ini adalah kue dengan beberapa layer yang rasanya lebih manis dari kue berbahan roti.
Simbol lain yang selalu menyertai kue ulang tahun adalah penggunaan lilin ulang tahun di atas kue. Orang Yunani yang mempersembahkan kue mereka ke dewi Artemis juga meletakan lilin-lilin di atasnya karena membuat kue tersebut terlihat terang menyala sepeti bulan (gibbons, 1986). Orang Jerman terkenal sebagai orang yang ahli membuat lilin dan juga mulai membuat lilin-lilin kecil untuk kue mereka. Beberapa orang mengatakan bahwa lilin diletakan dengan alasan keagamaan/religi. Beberapa orang jerman meletakan lilin besar di tengah-tengah kue mereka untuk menandakan “Terangnya Kehidupan” (Corwin,1986). Yang lainnya percaya bahwa asap dari lilin tersebut akan membawa pengharapan mereka ke surga.
Saat ini banyak orang hanya mengucapkan pengharapan di dalam hati sambil meniup lilin. Mereka percaya bahwa meniup semua lilin yang ada dalam satu hembusan akan membawa nasib baik. Pesta ulang tahun biasanya diadakan supaya orang yang berulang tahun dapat meniup lilinnya.
Ada juga mitos yang mengatakan bahwa ketika kita memakan kata-kata yang ada di atas kue, kata-kata tersebut akan menjadi kenyataan. Jadi dengan memakan “Happy Birthday” akan membawa kebahagiaan.
Pada pesta ulang tahun pertama kalinya, pesta diadakan karena orang menduga akan adanya roh jahat yang mengganggu mereka. Jadi mereka mengundang teman dan kerabat untuk menghadiri pesta ulang tahun mereka sehingga roh-roh jahat tidak jadi mengganggu yang berulang tahun. Dalam pesta-pesta selanjutnya banyak dari keluarga dan teman yang membawa kado atau bunga untuk yang berulang tahun.
Saat ini kebanyakan pesta ulang tahun diadakan untuk bersenang-senang. Jika orang yang di undang tidak bisa menghadiri pesta ulang tahun, biasanya mereka akan mengirimkan kartu ucapan selamat ulang tahun. Tradisi mengirimkan kartu ucapan dimulai di Inggris sekitar 100 tahun yang lalu (Motomora, 1989). Pada awal mulanya hanya raja saja yang dirayakan ulang tahunnya (mungkin disinilah awal mulanya tradisi topi ulang tahun bermula). Seiring waktu berlalu, anak-anak juga di ikutsertakan dalam pesta ulang tahun. Pesta ulang tahun untuk anak-anak pertama kali terjadi di Jerman dan dinamakan “kinderfeste”. Tetapi saat ini, pesta ulang tahun bisa diadakan oleh siapa saja, terutama yang punya uang…
Nah kira-kira begitulah sejarahnya perayaan ulang tahun untuk pertama kalinya, percaya gak percaya, tapi tetap aja enggak ada salahnyakan mengucapkan do’a di hari ulang tahun kita.

inspirasi:http://www.kueultahkalika.com/2010/10/asal-mula-ulang-tahun/, http://wijayahery.blogspot.com/2011/05/asal-mula-ulang-tahun.html

Rabu, 27 April 2011

RANCANGAN KELEMBAGAAN PENDIDIKAN DASAR IDEAL dengan PREDIKSI 5-10 TAHUN KEDEPAN


Sekolah harus memiliki rencana yang akan dicapai dalam jangka pendek (rencana strategis) yang dijadikan acuan dalam rencana operasional tahunan. Dalam rencana strategis ini wawasan masa depan (visi) dijadikan pemandu bagi rumusan misi sekolah. Visi dan misi dijadikan acuan dalam merumuskan tujuan sekolah. Kegiatan sekolah idealnya dilakukan berdasarkan atas tujuan sekolah yang dirumuskan secara jelas dan operasional.
1.Kepemimpinan untuk kelembagaan pendidikan dasar
·         Kepemimpinan Sekolah
Kapasitas pemimpin sekolah dalam memahami dan mengembangkan dirinya, menciptakan visi, misi, tujuan, sasaran, dan strategi sekolah, meyakini bahwa sekolah adalah tempat untuk belajar, memengaruhi, memberdayakan, memobilisasi, membimbing, membentuk budaya, memberi contoh, menjaga integritas, berani mengambil resiko sebagai pemimpin dalam pembaruan (inovasi dan eksperimentasi), memotivasi, menempatkan sumberdaya manusia lebih tinggi dari pada sumberdaya lainnya (uang, peralatan, perlengkapan, bahan, perbekalan, dsb.), menghargai orang lain, dan bertindak secara aktif untuk mencapai tujuan sekolah secara efektif dan efisien. Kemudian Pimpinan sekolah adalah pemimpin yang bisa diterima oleh seluruh warga sekolah, bersifat terbuka dan melakukan pendelegasian tugas dengan baik. Guru diberi kesempatan untuk mengembangkan diri dan karir, Sebagai penanggung jawab kegiatan pendidikan dan melakukan supervisi terhadap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian kegiatan layanan bimbingan.
·         Standar Kepala Sekolah
1) Kecukupan kualifikasi kepala sekolah (S-2)
2) Kepemilikan kepala sekolah yang bersertifikasi
3) Kepemilikan calon kepala sekolah yang bersertifikasi
4) Kepemilikan kepala sekolah yang berpengalaman (min 5 tahun)

·         Pengelolaan sekolah menjadi tanggung jawab kepala sekolah yang meliputi:
1.      Program Perencanaan program sekolah mencakup visi, misi, tujuan, dan rencana kerja.
2.      Pelaksanaan Rencana Kerja Meliputi pedoman penyelenggaraan, hukum, jalur organisasi, pembagian tugas, prestasi akademik, tata tertib sekolah, kode etik, dan biaya sekolah, budaya dan lingkungan sekolah dan peran serta masyarakat.
3.      Pengawasan dan Evaluasi Program pengawasan dan evaluasi meliputi program pengawasan di sekolah evaluasi diri. Evaluasi dan pengembangan KTSP, pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan dan akademik.
4.      Kepemimpinan sekolah, meliputi perangkat struktur organisasi sekolah dan penjabaran tugas dan fungsi dari masing-masing struktur.
5.      Membuat perencanaan yang meliputi rencana kerja jangka menengah atau rencana strategis lima tahuan dan dijabarkan dalam rencana kerja tahunan dengan mengembangkan aspek-aspek pendidikan yang inovatif (aspek SKL, kurikulum, Proses Pembelajaran, SDM, Sarana dan prasarana, manajemen, pembiayaan dan penilaian serta aspek pengembangan lingkungan dan budaya sekolah) sesuai dengan potensi sekolah.
6.      Sistem informasi manajemen Pengelolaan sistem informasi untuk mendukung administrasi pendidikan yang efektif, efisien, dan akuntabel, yang difasilitasi oleh fasilitas dan tenaga yang memadai.
7.      Melaksanakan supervisi, monitoring dan evaluasi internal sekolah untuk mengetahui kendala yang dihadapi dan mencari solusinya;
8.      Melaksanakan langkah strategis untuk mencapai standar nasional dalam 8 aspek pendidikan.
9.      Membangun jaringan kerjasama dengan lembaga tingkat dasar lain untuk meningkatkan mutu dalam pencapaian aspek standar sesuai standar nasional pendidikan.
Kelebihan dari kepemimpinan ini yaitu apabila seorang Kepala Sekolah telah memenuhi beberapa ketentuan diatas maka dapat dikatakan bahwa Kepala Sekolah tersebut merupakan Kepala Sekolah yang ideal karena setiap aspek pengelolaan sekolah merupakan tugas dan peranan Kepala Sekolah tersebut telah dipraktikkan dalam kinerjanya sebagai Kepala Sekolah yang mengerti akan pengembangan kelembagaan pendidikan dasar tersebut. Sedangkan kelemahannya yaitu jika seorang Kepala Sekolah tidak memenuhi standar Kepala Sekolah yang telah ditentukan maka Kepala Sekolah tersebut akan bingung dan akan sewenang-wenang memerintah tanpa membuat suatu perencanaan visi dan misi terlebih dahulu, disamping itu setiap kegiatan yang dia lakukan akan tidak maksimal dan tidak ada tujuan yang jelas. Peluang yang ada pada kepemimpinan ini akan membawa lembaga pendidikan tersebut menjadi sekoah yang berstandar nasional dan berstandar internasional sekalipun bisa diraih jika kepemimpinannya itu telah memenuhi standar dan tugas Kepala Sekolah yang telah ditetapkan. Kemudian tantangannya adalah dalam perencanaan dan pengelolaan, jika perencanaan dan pengelolaan yang dibuat oleh Kepala Sekolah gagal maka seluruh komponen sistem lembaga pendidikan tersebut akan kacau dan tidak terkendali. Oleh sebab itu Kepala Sekolah harus pandai merencanakan program dan memilih rekan kerja yang membantunya dalam pengelolaan dan pengembangan lembaga pendidikan tersebut.
2. Sistem Rekrutmen Peserta Didik Ideal untuk Kelembagaan Pendidikan Dasar
1. penerimaan siswa baru, berupa:
·         Tes tulis;
·         Tes lisan;
·         Tes membaca;
·         Wawancara kesiapan calon siswa;
·         Tes Iqra’ (bagi yang Islam);
·         Tes dasar bahasa Inggris.
2. program bimbingan dan pembinaan siswa
·         Setiap kelas terdiri dari 25 siswa;
·         Adanya wali kelas agar membantu siswa dan memanajemen kelas;
·         Diaktifkannya program bimbingan psikologis siswa;
·         Adanya jam tambahan untuk siswa yang belum mengerti.
·         Bimbingan Praktik (sains,IPS,ICT,seni,olahraga dan kesehatan, dan bahasa Inggris)
·         Adanya fasilitas berupa : lab.sains, lab.IPS, lab.ICT, lab.bahasa, auditorium, halaman bermain dan gelanggang olahraga.
3. Penilaian tugas kelompok maupun individu
Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaan prestasi belajar peserta didik. Penilaan hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik secara berkesinambungan bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan pelajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektifitas kegiatan pembelajaran.
Kelebihan dari sistem ini adalah suatu lembaga pendidikan dasar tersebut akan mendapatkan input yang berkompeten untuk lebih ditransformasikan menjadi output yang lebih optimal. Sedangkan kelemahannya adalah dalam penerimaan siswa baru biasanya banyak siswa yang baru masuk pendidikan sekolah dasar belum bisa apa-apa tetapi harus mengikuti beberapa rangkaian tes masuk tersebut. Lalu peluangnya yaitu pendidik tidak perlu lagi mengajarkan dari awal atau dari nol sekali tinggal pemantapan dari peserta didik tersebut. Kemudian ada juga tantangannya yaitu kebanyakan peserta didik di sekolah ini belum terlepas dari kemandiriannya untuk menuntut ilmu oleh karena itu diharapkan sebisa mungkin pendidik membuat suasana nyaman terhadap pembelajaran yang dilakukan agar peserta didik tersebut mengalami kesenangan dalam belajar dan tidak membosankan.
3. Sistem Rekrutmen Pendidikan dan Tenaga Pendidik Ideal untuk Kelembagaan Pendidikan Dasar
·         Tenaga Kependidikan
Sekolah selain memerlukan pendidik juga memerlukan tenaga kependidikan yang bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Tenaga kependidikan meliputi pengelola satuan pendidikan, pengawas, peneliti, pengembang, pustakawan, laboran, dan teknisi sumber belajar.
Secara umum, tenaga kependidikan bertugas melaksanakan perencanaan, pembimbingan, pengelolaan, pengawasan, pelayanan teknis dan kepustakaan, penelitian dan pengembangan hal-hal praktis yang diperlukan untuk meningkatkan mutu proses pembelajaran. Mengingat pentingnya peran tenaga kependidikan bagi pengembangan sekolah, maka sekolah harus memiliki tenaga kependidikan yang cukup dengan kualifikasi/kemampuan yang memadai, tingkat relevansi yang tinggi, dan kinerja yang tinggi. Dalam melaksanakan tugasnya tenaga kependidikan harus bisa bekerjasama dengan pendidik, terutama dalam memberikan pelayanan kepada peserta didik.
·         Standar Tenaga Pendidik Ideal :
Ø  Kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk melihat berbagai potensi yang dimilikinya.
Ø  Kondisi guru 50 % minimal berpendidikan S-1 dan penguasaan kompetensi guru melalui uji sertifikasi.
Ø  Mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.
Ø  Penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan.
Ø  Kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, dan masyarakat sekitar.
Ø  Guru yang profesional harus selalu berusaha mencari dan memanfaatkan kesempatan yang dapat mengembangkan profesinya, misalanya:
(1) mengikuti kegiatan ilmiah seperti loka karya, seminar, dan sebagainya;
(2) mengikuti penataran dan pendidikan lanjutan(S-2 dan S-3);
(3) melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;
(4) menelaah kepustakaan dan membuat karya ilmiah;
(5) memasuki organisasi profesi (PGRI).
Ø  Dalam proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, memotivasi, menyenangkan, menantang, mendorong peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian peserta didik sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis.
Ø  Dalam proses pembelajaran pendidik memberikan keteladanan, mengadakan kegiatan kesiswaan seperti lomba karya tulis, lomba olahraga dan kesenian, kepramukaan, bakti sosial dapat merupakan inovasi pembelajaran. Inovasi juga dapat berkembang diluar kelas, yang sering disebut ”out door learning”. Out door learning (pembelajaran di luar kelas) merupakan salah satu wahana pembelajaran yang sangat sesuai untuk mengembangkan pendekatan pembelajara peserta didik agar siswa senang belajar (fun with learning) dan siswa mempelajari sesuatu kompetensi yang bermakna bagi dirinya saat ini dan perkembangannya di masa datang.
Kelebihan dari sistem ini yaitu pendidik sebagai teladan peserta didik, sebagai pembimbing dan sumber pengetahuan peserta didik. Sedangkan Kelemahannya yaitu dalam hal kondisi guru yang S-1 sangat sedikit dan pengetahuannya pun menjadi diragukan oleh masyarakat. Peluang sistem ini mengacu kepada guru agar tetap berinovasi dan berkarya tanpa membuang image sebagai guru. Kemudian tantangannya adalah setiam pendidik diharapkan untuk berinovasi agar tidak menimbulkan kejenuhan dari peserta didiknya.
4. Sistem Informasi Manajemen Ideal yang Mengarah Pada Kebutuhan Layanan Belajar Siswa Kelembagaan Pendidikan Dasar
  1. Sistem Informasi Sarana dan Prasarana : berisi mengenai Manajemen Aset sekolah mulai dari penomoran aset, lokasi aset, penggunaan aset dan jumlah aset. Aset sekolah antara lain kursi, meja, buku-buku, gedung, halaman, alat praktik, dll.
  2. Sistem Informasi Keuangan : akan berisi data pembayaran biaya pendidikan siswa, seperti SPP, uang pembangunan, dan biaya-biaya lain. Data pembayaran tersebut akan ditampilkan dalam format laporan yang akan memudahkan pihak sekolah dalam melakukan pemeriksaan dan evaluasi, seperti :
    • Laporan siswa yang belum melakukan pembayaran
    • Laporan siswa yang sudah melakukan pembayaran
    • Laporan-laporan yang berkenaan dengan honor guru/karyawan
  3. Sistem Informasi Siswa : akan berisi data Penerimaan Siswa Baru, Biodata siswa, Pengelolaan Kenaikan Kelas Siswa (manual maupun otomatis), Pengelolaan Kelulusan/Alumni, Pencetakan Kartu Siswa, dan Pengelolaan Kedisiplinan Siswa
  4. Sistem Informasi Akademik : berisi Pengelolaan Kurikulum, Penjadwalan Satuan Pengajaran, Pengelolaan Nilai Akademik Siswa dan Laporan Hasil Studi Siswa, dan Presensi Siswa dalam kegiatan PBM
  5. Sistem Informasi Perpustakaan : berisi Pengelolaan buku, Pengelolaan anggota, Transaksi peminjaman dan pengembalian buku, dan Manajemen Arsip Digital
  6. Sistem Pembelajaran : berisi Proses pendidikan menggunakan sistem online maupun internet bagi siswa, tanya-jawab, kuis dan kelas online, maupun tugas-tugas.

Senin, 25 April 2011

SUPERVISI SEBAGAI PENGAWASAN PROFESIONAL MEMBINA GURU MEMPERTINGGI KINERJANYA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
SUPERVISI SEBAGAI PENGAWASAN PROFESIONAL MEMBINA
GURU MEMPERTINGGI KINERJANYA
Hasil penelitian menunjukkan bahwa para kepala sekolah selaku pengawas pembelajaran sangat memahami perbedaan konsep supervisi dan pengawasan umum, wawancara dengan kepala sekolah mengungkap pernyataan yang mengemukakan bahwa “syarat awal membina guru agar efektif dimulai dengan hubungan kolegial yang akrab dan bersahabat, bebaskan guru dari sekat atasanbawahan yang membedakannya, dari situ diketahui siapa guru yang perlu mendapat supervisi”.
Pernyataan dalam ungkapan itu menunjukkan bahwa kepala sekolah berusaha memperkecil jarak birokrasi antara ia sebagai pemimpin pembelajaran dengan guru yang dipimpinnya. Untuk melaksanakan pengawasan ia perlu memulainya dengan hubungan akrab yang bersahabat. Kepala sekolah memahami bahwa pengawsan profesional merupakan sebuah jasa layanan dalam bentuk bantun yang profesional pula, yang harus diberikan kepada guru yang memerlukannya, untuk itu sekat hubungan harus direduksi sekecil mungkin. Bilamana jasa layanan supervisi pengawasannya ingin berhasil, maka guru sejak awal harus menjadi kerabat kerja yang akrab, dan tidak dirasakan adanya penghalang birokrasi antara yang menjadi pemisah antara kepala sekolah dan guru sebagai stafnya. Selain itu supaya tujuan pengawasannya berhasil mencapai sasaran peningkatan mutu mutu mengajar yang diinginkan, kepala sekolah harus mengetahui terlebih dahulu siapa yang seharusnya yang menjadi sasaran supervisinya.
Wawancara dengan kepala sekolah juga memperoleh gambaran kongkrit tentang pemahaman keberhasilan jasa layanannya, diungkapkan dengan pernyataannya yang dikemukakannya. “Kepala sekolah sebagai supervisor harus mengetahui lebih dahulu dan lebih jelas dibanding guru tentang apa yang akan dibina agar pembinaan terhadap guru dapat berhasil. Bila tidak semuanya hanya dikira-kira dan guru tidak mau mencoba melanjutkan atau memperbaiki dan melakukan perubahan karena tidak jelas apa yang harus diperbuatnya”.
Faktor yang menjadikan supervisi pengawasan terhadap guru yang membutuhkannya berhasil dikarenakan bahwa dalam lingkungan sebuah lembaga, ‘yang lebih tinggi membina yang lebih rendah, yang yunior memperoleh pembinaan dari yang senior, pembinaan diberikan dalam suasana kerja yang harmonis’.
Faktor lain yang memengaruhi keberhasilan membina guru dalam kegiatan supervisi profesional, dikarenakan kesadaran guru untuk saling mengingatkan akan tugas masing-masing, diantara mereka dalam suasana keakraban. Diantara guru kelas terjadi saling memberi saran dalam suasana kekeluargaan yang informal, harmonis, terbebas dari hubungan kaku.
Terungkap dari pernyataan “secara teknis, proses saling mengingatkan dan memberi saran antar guru-guru atau dari kepala sekolah kepada guru, dilakukan dalam suasana kekeluargaan yaitu yang resmi tapi tidak terlalu serius sehingga terasa nyaman apalagi menyangkut hal-hal yang negatif.
Jadi yang diutamakan disini adalah suasana kekeluargaan sehingga upaya perbaikan kualitas mengajar dapat berjalan dengan lancar dan terbuka diantara guru-guru dan kepala sekolah. Pengawasan bertujuan agar guru dapat lebih baik dalam menjalankan tugasnya dari yang tampak sedang dilakukannya, berupa kerjasama yang harmonis bukan sebagai atasan dan bawahan tetapi sebagai profesi yang setara, akan lebih melekat bila suasananya informal, ketika guru yang dibina dalam keadaan baik, akrab, penuh kesadaran, kepala sekolah harus mengetahui saat itu, dan ciptakan suasana riang, tidak dalam keadaan cape dan stress atau sedang tegang.

1.2 Rumusan Masalah
a. Menjelaskan arti/makna kalimat yang tercetak miring dalam bacaan diatas, untuk menegaskan gunakan referenssi sesuai dengan tatacara menulis karya ilmiah yang berlaku di UPI.
b. Menjelaskan SUPERVISI SEBAGAI PENGAWASAN PROFESIONAL MEMBINA GURU MEMPERTINGGI KINERJANYA, mengapa? Dan kalimat mana yang memperkuat jawaban anda pada teks diatas !
c. Mempertegas dari seluruh pernyataan yang ada dalam bacaan diatas dan berhubungan dengan “perbedaan antara supervisi layanan profesional dengan pengawasan umum”, kutip dan tuliskan kembali bunyi dari pernyataan-pernyataannya.
d. Supervisi itu apa? Bagaimana anda bisa membedakan secara tegas seseorang yang sedang melakukan supervisi, dan yang sedang melakukan pengawasan kontrol atau inspeksi. Jelaskan tujuan, teknik dan prilakunya sehingga jelas perbedaan keduanya.
e. Membaca dan menjelaskan kembali pada alinea atau paragraf terakhir, anda diminta menjelaskan isi konsepnya. Apakah itu supervisi atau kontrol inspeksi.

1.3 Tujuan Penulisan
• Untuk mengetahui dan mengerti tentang pengertian dari supervisi
• Untuk memahami supervisi sebagai pengawasan profesional
• Untuk memahami tugas seorang supervisor sebagai pembina guru dalam meningkatkan kualitas kinerjanya
• Untuk memenuhi tugas UTS dan mendapatkan nilai UTS dari matakuliah Supervisi Pendidikan

1.4 Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan makalah ini diharapkan untuk para pembaca dapat memahami supervisi sebagai pengawasan profesional dalam membina guru untuk mempertinggi kinerjanya.

1.5 Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam menyusun makalah ini adalah Studi Pustaka dan Internet sebagai referensinya.


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Menjelaskan arti/makna kalimat yang tercetak miring dalam bacaan diatas, untuk menegaskan gunakan referenssi sesuai dengan tatacara menulis karya ilmiah yang berlaku di UPI.
1. Pengawas pembelajaran
Di dalam sebuah sekolah, seorang Kepala sekolah bertindak sebagai pengawas pembelajaran, yaitu seorang Kepala sekolah mempunyai kewenangan yang besar dalam membuat kebijakan tingkat sekolah, melaksanakannya, dan mengawasinya supaya sekolah yang dipimpinnya semakin memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi diri dan lingkungannya. Segala aktivitas yang dilakukan Kepala sekolah, baik itu pengwasan, pengarahan ataupun pembinaan dan bimbingan yang dilakukan oleh Kepala sekolah kepada guru-guru untuk memperbaiki situasi belajar-mengajar antara guru dengan murid.
2. Perbedaan konsep supervisi dan pengawasan umum
Supervisi merupakan suatu usaha memberi pelayanan agar guru menjadi lebih profesional dalam menjalankan tugas melayani peserta didiknya. Sedangkan Oteng Sutisna (1982:38) mengemukakan bahwa di dalam pengawasan tidak adanya usaha tolong menolong bagi guru untuk mempertinggi kemampuan profesionalnya atau menganjurkan keaslian atau kreativitas guru sendiri, pembinaan dan peningkatan mutu selanjutnya dilakukan dalam rangka supervisi. Jadi supervisi dilakukan dalam rangka membina guru untuk mempertinggi kemampuan mengajarnya yang mengarah pada meningkatnya kemampuan profesional guru, sedangkan didalam pengwasan tidak dilakukannya pembinaan, tetapi yang dilakukan dalam pengawasan adalah inspeksi (memeriksa) kegiatan yang dilakukan oleh guru maupun staf-staf yang ada di sekolah tersebut.
3. “syarat awal membina guru agar efektif dimulai dengan hubungan kolegial yang akrab dan bersahabat, bebaskan guru dari sekat atasan bawahan yang membedakannya, dari situ diketahui siapa guru yang perlu mendapat supervisi”
Bagi seorang supervisor, harus memahami terlebih dahulu sebagai apa posisinya dan apa tugasnya seorang supervisor tersebut. Posisi seorang supervisor adalah sebagai seorang atasan yang tugasnya itu membina dan mengarahkan guru-guru atau staf-staf sekolah untuk menjadi tenaga yang profesional. Adapun salah satu syarat awal bagi seorang pengawas dalam membina guru agar efektif yaitu dengan hubungan kolegial yang akrab dan bersahabat agar menimbulkan rasa kekeluargaan yang kuat sehingga seorang supervisor itu bukan untuk ditakuti tetapi untuk dicintai oleh para staf-stafnya. Kemudian dalam pembinaan ini antara seorang supervisor dan yang di supervisi tidak adanya sekat pembeda, artinya antara atasan dan bawahan saling bertukar pikiran dan menjalin suasana keakraban yang harmonis. Didalam sifat kepemimpinan, seorang pemimpin yang peduli terhadap bawahannya dan menjalin sebuah kekeluargaan didalam ruang lingkup wilayah kerjanya disebut sifat kepemimpinan Country Club.
4. Jarak birokrasi antara ia sebagai pemimpin pembelajaran dengan guru yang dipimpinnya
Artinya jarak koordinasi atau jarak kedekatan antara seorang supervisor atau kepala sekolah dengan para guru yang ia pimpin. Biasanya jarak birokrasi seorang supervisor terhadap bawahannya sangat kecil jaraknya karena seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa seorang supervisor melakukan pembinaan terhadap bawahannya melalui hubungan yang kolegial atau akrab dan bersahabat.
5. Pengawasan profesional merupakan sebuah jasa layanan dalam bentuk bantuan yang profesional
Pengawasan profesional yang dilakukan kepada guru-guru merupakan sebuah jasa layanan pembinaan yang berbentuk bantuan profesional kemudian nantinya akan berakibat pada meningkatnya kualitas mengajar bagi para guru yang mendapat supervisi atau layanan jasa tersebut.
6. Sekat hubungan harus direduksi sekecil mungkin
Sekat hubungan atau pembatas hubungan antara kepala sekolah dan guru harus di reduksi sekecil mungkin hal ini juga akan menunjang keberhasilan jasa layanan supervisi pengawasan yang dilakukan oleh kepala sekolah oleh karen itu sejak awal guru harus menjadi kerabat kerja yang akrab bagi kepala sekolah.

7. Tidak dirasakan adanya penghalang birokrasi yang menjadi pemisah
Jika telah menjalani suasana kerja yang akrab antara kepala sekolah dan guru maka tidak akan dirasakan lagi adanya penghalang birokrasi yang menjadi pemisah antara atasan dan bawahan.
8. Sebagai supervisor harus mengetahui lebih dahulu dan lebih jelas dibanding guru tentang apa yang akan di bina
Jadi sebagai supervisor harus mengerti terlebih dahulu apa yang harus di bina untuk guru, kemudian memahami dengan cara apa guru itu di bina dan mengaplikasikan hasil pemikiran tentang pembinaan guru tersebut. Jadi seorang supervisor ini lebih mengetahui tentang pembinaan yang dilakukannya dari pada seorang guru yang menjadi objek pembinaan tersebut.
9. “yang lebih tinggi membina yang lebih rendah, yang yunior memperoleh pembinaan dari yang senior, pembinaan diberikan dalam suasana kerja yang harmonis”
Maksud dari pernyataan diatas adalah yang mempunyai jabatan tinggi membina yang jabatannya lebih rendah, seperti kepala sekolah sebagai supervisor membina guru-guru melalui bantuan profesional yang akan meningkatkan kualitas mengajar seorang guru tersebut dan pembinaan yang dilakukan oleh seorang supervisor diberikan dalam suasana kerja yang harmonis bukan suasana kerja yang menegangkan.
10. Kesadaran guru untuk saling mengingatkan akan tugas masing-masing
Hal diatas merupakan salah satu faktor lain yang memengaruhi keberhasilan kepala sekolah membina guru dalam kegiatan supervisi profesional, karena ketika mereka mempunyai kesadaran untuk saling mengingatkan kepada sesama guru akan tugasnya masing-masing terjadi saling memberi saran dalam suasana kekeluargaan yang informal, harmonis, dan terbebas dari hubungan yang kaku.
11. Resmi tapi tidak terlalu serius
Segala kegiatan yang dilakukan antara kepala sekolah dan guru dilakukan dengan suasana kekeluargaan yang akrab dan harmonis sehingga hubungan yang terjadi ini resmi tapi tidak terlalu serius.
12. Dapat lebih baik dalam menjalankan tugasnya dari yang tampak sedang dilakukannya
Suasana kekeluargaan yang di bina antara kepala sekolah dan guru menjadikan upaya perbaikan kualitas mengajar guru dapat berjalan dengan lancar dan terbuka baik kepada kepala sekolah dengan guru maupun guru dengan kepala sekolah yang berakibat pada kualitas guru yang lebih baik dalam menjalankan tugasnya di ukur dari cara mengajar yang dilakukannya.
13. Tetapi sebagai sesama profesi yang setara
Didalam kerjasama yang harmonis kepala sekolah dan guru tidak melihat antara atasan terhadap bawahan melainkan dapat dilihat melalui profesi yang dijalankannya yaitu sebagai tenaga pendidik.
14. Cape dan stress atau sedang tegang
Guru dapat di bina dengan efektif melalui suasana yang informal, dalam keadaan baik, akrab, penuh kesadaran, sehingga kepala sekolah mengetahui suasana itu dan diciptakannyalah suasana yang riang tidak dalam keadaan yang cape dan stress atau malah sedang tegang.

2.2 Menjelaskan SUPERVISI SEBAGAI PENGAWASAN PROFESIONAL MEMBINA GURU MEMPERTINGGI KINERJANYA, mengapa? Dan kalimat mana yang memperkuat jawaban anda pada teks diatas !
Supervisi sebagai pengawasan profesional untuk membina guru mempertinggi kinerjanya, karena supervisi merupakan disiplin ilmu yang memfokuskan diri pada pengkajian peningkatan situasi belajar mengajar, memberdayakan guru dan mempertinggi kualitas mengajarnya. Adapun beberapa faktor yang memperkuat supervisi sebagai pengawasan profesional yang membina guru untuk mempertinggi kinerjanya yaitu :
• Setiap guru memiliki kemampuan lebih dari standar yang ditampilkan
• Guru memiliki cadangan kapasitas yang belum dikembangkan (dominium terae)
• Guru mempunyai kelebihan yang dapat dikembangkan untuk memperbaiki teman sekerjanya
• Adanya tuntutan dari peserta didik, orangtua, stakeholders pendidikan, persaingan, IPTEK.

2.3 Mempertegas dari seluruh pernyataan yang ada dalam bacaan diatas dan berhubungan dengan “perbedaan antara supervisi layanan profesional dengan pengawasan umum”, kutip dan tuliskan kembali bunyi dari pernyataan-pernyataannya.
M.Rifai (1982:20) mengemukakan bahwa supervisi merupakan pengawasan yang lebih profesional dibandingkan dengan pengawasan umum karena perkembangan kemajuan pendidikan yang membutuhkannnya. Sedangakan pengawasan umum hanya bersifat sebagai alat untuk memaksimalkan kinerja sesuai dengan tujuan kemudian mengontrol dan memeriksa apakah pekerjaan dilakukan sesuai dengan fungsinya. Di dalam supervisi terdapat sebuah pembinaan terhadap guru untuk meningkatkan kinerjanya sebagai pendidik yang profesional, selain itu supervisi mendorong guru lebih berdaya, dan situasi belajar-mengajar menjadi lebih baik, pengajaran menjadi efektif, guru menjadi lebih puas dalam melaksanakan pekerjaannya. Hal ini semakin membuktikan bahwa perbedaan antara supervisi layanan profesional dengan pengawasan umum itu sangat berbeda karena supervisi adalah pengawasan yang profesional.

2.4 Supervisi itu apa? Bagaimana anda bisa membedakan secara tegas seseorang yang sedang melakukan supervisi, dan yang sedang melakukan pengawasan kontrol atau inspeksi. Jelaskan tujuan, teknik dan prilakunya sehingga jelas perbedaan keduanya.
Supervisi merupakan kegiatan membantu mening¬katkan kemampuan profesional guru dalam memperbaiki situasi pembelajaran yang menjadi tanggung jawabnya. (Oteng Sutisna 1983; Assosiation For Supervison And Curriculum Development, ‘ASCD’ 1987; Djam’an Satori 1997; Sergiovanni & Starratt, 1993; Suharsimi Arikunto, 2004). Supervisi dilakukan secara profesional untuk membina guru meningkatkan kualitas mengajarnya dengan suasana yang bersahabat antara supervisor dengan bawahannya, sedangkan orang yang melakukan pengawasan kontrol atau inspeksi selalu mencari-cari kesalahan dalam melakukan pengawasan dan tidak adanya pembinaan didalam melakukan inspeksi berbeda dengan ketika seorang guru sedang di supervisi oleh kepala sekolah dan guru tersebut di bimbing dan di bina agar kinerjanya dalam mengajar semakin meningkat. Supervisor biasanya selalu terlihat ramah kepada bawahannya dan selalu menciptakan suasana akrab dan riang sedangkan seorang pengawas selalu bersikap dingin dan di takuti oleh bawahannya sehingga jika sedang terjadinya pengawasan maka situasi menjadi tegang dan sangat serius.

2.5 Membaca dan menjelaskan kembali pada alinea atau paragraf terakhir, anda diminta menjelaskan isi konsepnya. Apakah itu supervisi atau kontrol inspeksi.
Konsep dari supervisi yaitu mengutamakan suasana kekeluargaan dalam upaya perbaikan kualitas mengajar guru agar berjalan lancar dan terbuka antara guru dan kepala sekolah dan bertujuan untuk menjadikan guru lebih baik dalam menjalankan tugasnya dengan berupa kerjasama yang harmonis bukan sebagai atasan dan bawahan tetapi sebagai sesama profesi yang setara sehingga akan lebih melekat bila suasananya informal, ketika guru yang dibina dalam keadaan baik, akrab, penuh kesadaran, dan terciptanya suasana riang. Sedangkan kontrol inspeksi sangat berbanding terbalik dengan konsep supervisi yaitu situasi yang diciptakan oleh adanya inspeksi adalah suasana stress dan menegangkan. Pengawas dalam melakukan inspeksi berperan dalam mempelajari keadaan dan kondisi sekolah, dan pada lembaga terkait, kemudian berperan pula dalam melakukan penelitian mengenai keadaan sekolah secara keseluruhan baik pada guru, siswa, kurikulum tujuan belajar maupun metode mengajar, dan sasaran inspeksi adalah menemukan permasalahan dengan cara melakukan observasi, interview, angket, pertemuan-pertemuan dan daftar isian tugasnya yaitu mensupervisi kinerja kepala sekolah, kinerja guru, kinerja staf sekolah, pelaksanaan kurikulum/mata pelajaran, pelaksanaan pembelajaran, ketersediaan dan pemanfaatan sumberdaya, manajemen sekolah, dan aspek lainnya seperti: keputusan moral, pendidikan moral, kerjasama dengan masyarakat.


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Jadi, didalam makalah ini penulis sangat jelas menjelaskan tentang konsep supervisi layanan profesional untuk melakukan pembinaan terhadap guru agar guru tersebut kualitas mengajarnya semakin meningkat dan semakin profesional dalam melakukan kegiatan belajar-mengajar. Dijelaskan pula bahwa situasi yang akrab, kekeluargaan, dan riang yang diciptakan seorang supervisor dalam melakukan supervisi sangatlah efektif agar semakin membantu guru tersebut dalam memahami pembinaan yang di lakukan oleh supervisor tersebut. Kemudian perbedaan antara suppervisi dan pengawasan umum juga dibahas secara berkesinambungan.

DAFTAR PUSTAKA
1. Suhardan, Dadang, (2010) Supervisi Profesional, Bandung: AlfaBeta
2. -------------------------(2007) Efektivitas Pengawasan Profesional dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran pada Era Otonomi Daerah
3. Tim dosen Administrasi Pendidikan,2010 Pengelolaan Pendidikan, Bandung: Jurusan Administrasi Pendidikan
4. UPI, 2010 Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, Bandung: UPI

nama : Octaviani Nur
nim : 1001629
Universitas Pendidikan Indonesia

Sabtu, 16 April 2011

DIET SEHAT

Kurang pede sama penampilan kamu yang mempunyai masalah dalam kelebihan berat badan ? jangan takut berikut ini aku akan menginfirmasikan tentang bagaimana tips diet yang sehat tanpa harus minum obat-obatan yang mempunyai banyak efek samping. yuk kita baca beberapa cara diet sehat dari para ahli yaitu :

Tips Diet Sehat 1
Perbanyak air putih dan jangan minum minuman berkalori. Kita kadang tidak bisa membedakan antara rasa lapar dan rasa haus. akhirnya tidak jarang berakhir dengan meminum minuman berkalori. Jika Anda tidak suka minum air putih maka tips diet yang dapat anda lakukan adalah tambahkan air putih tadi dengan air jeruk, ataupun teh, minuman ini bisa dibilang tanpa kalori.

Tips Diet Sehat 2
Pikirkan tentang apa yang dapat Anda tambahkan ke program diet sehat Anda, bukan apa yang harus Anda ambil untuk diet. Mulailah dengan berfokus untuk mengambil 4-9 macam buah buahan. Kedengarannya buah yang anda makan untuk diet sehat sangat banyak, tapi ingatlah bahwa ini bernilai sangat baik karena pada saat yang sama Anda berhasil memenuhi target dengan memakan 4-9 macam buah maka Anda juga telah memenuhi kebutuhan serat dan pasti mengenyangkan. Dengan makan buah buahan tersebut Anda tidak akan mengalami makan berlebihan, karena buah buahan dan sayuran tadi cukup untuk menggantikan lemak dalam makanan. Dan belum lagi manfaat kesehatan dari tips diet sehat dengan mengkonsumsi lemak dan makanan.

Tips Diet Sehat 3
Pertimbangkan apakah anda bener bener lapar atau hanya sekedar lapar mata. Setiap kali anda makan, cobalah mencari tanda tanda fisik dari lapar untuk menunjukkan kepada diri Anda bahwa Anda benar benar lapar. Lapar adalah cara tubuh Anda memberitahu bahwa Anda perlu bahan bakar, sehingga ketika keinginan untuk makan tidak muncul dari rasa lapar yang sebenarnya, maka makan tidak akan memuaskan Anda. Perut hanya seukuran kepalan tangan Anda, sehingga hanya memerlukan sedikit makanan untuk mengisinya dengan nyaman. Tips diet sehat ini sederhana namun anda perlu melatihnya agar bener benar benar bisa membedakan antara rasa lapar yang sebenarnya dan lapar mata.

Tips Diet Sehat 4
Jadilah orang yang memilih makanan ringan di malam hari. Makan makanan ringan paling sering terjadi setelah makan malam, ketika Anda akhirnya duduk dan bersantai. Sambil duduk dengan sekantong kripik dan kue di depan televisi adalah contoh amnesia akan makanan, dimana anda makan tanpa disadari bahwa anda tidak benar benar lapar. Untuk mengatasi Amnesia makan anda dapat coba dengan menutup dapur setelah jam tertentu. Cara lain untuk mengurangi amnesia makanan dapat anda coba dengan kue rendah kalori (kurang dari 100 kalori) untuk kemudian jika Anda telah merasa puas perlahan lahan harus anda kurangi sampai akhirnya Anda merasa cukup dengan secangkir teh nol kalori.

nah, itu tadi beberapa tips dari para ahli tentang diet yang sehat. semoga setelah membaca artikel ini anda bisa melakukan cara sehat dalam melakukan diet seperti yang ada di atas. semoga berhasil :)

referensi :
1. webmd.com
2. http://turunberatbadan.com/535/tips-diet-sehat/